MENUJU ABAD KEDUA, SLAMET ARIYADI DORONG NU JAGA TRADISI DAN ADAPTIF

Kamis, 27 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA, Lay.Terkini.com – Anggota DPR RI Fraksi PAN, *Slamet Ariyadi*, mendorong Nahdlatul Ulama untuk menjadikan Muktamar ke-35 sebagai momentum menjaga tradisi sekaligus beradaptasi dengan tantangan zaman.

Menurutnya, NU harus tetap berakar pada nilai keislaman dan kebangsaan, namun juga memiliki visi jauh ke depan dalam menyongsong abad kedua. Pernyataan itu disampaikan Slamet dalam keterangannya di Jakarta, *Kamis (27/08/2026)*.

*Tradisi Sebagai Kekuatan Adaptasi*
Slamet menilai NU memiliki modal besar berupa tradisi keilmuan, jaringan pesantren, ulama, dan kekuatan masyarakat sipil yang telah terbangun selama satu abad.

Namun ia mengingatkan tantangan saat ini sudah berbeda. Mulai dari perkembangan teknologi, kecerdasan buatan, perubahan pola kerja, krisis lingkungan, hingga dinamika geopolitik.

“*Karena itu, NU harus mampu menjadikan tradisi sebagai kekuatan untuk beradaptasi, bukan alasan untuk menutup diri dari perubahan. NU harus tetap berakar kuat, tetapi memiliki pandangan yang jauh ke depan*,” ujarnya.

Ia juga mendorong penguatan pesantren agar mampu memadukan pendidikan keagamaan dengan sains dan teknologi.

“*Kita harus membangun generasi yang mampu membaca kitab sekaligus membaca perubahan zaman. Generasi yang religius tetapi terbuka. Berakar pada tradisi tetapi inovatif*,” tegasnya.

*Regenerasi dan Roadmap Terukur*
Slamet menyoroti pentingnya regenerasi di tubuh NU. Ia meminta anak muda tidak hanya menjadi pelaksana kegiatan, tetapi diberi ruang memimpin dan mengambil keputusan strategis.

“*Regenerasi harus bergerak dari sekadar transfer kepemimpinan menjadi transfer pengetahuan, pengalaman, nilai, dan kesempatan. Jika generasi muda dipercaya dan dibimbing, NU akan memiliki energi baru untuk menghadapi abad kedua*,” tegasnya.

Ia meminta Muktamar NU ke-35 melahirkan program yang terukur.
“*Muktamar harus menghasilkan roadmap. Ada target yang jelas, program yang terukur, kaderisasi yang berkelanjutan, dan mekanisme evaluasi*,” ujarnya.

*Menjaga Persaudaraan Kebangsaan*
Menurut Slamet, peran NU juga sangat strategis dalam menjaga persatuan bangsa.

“*Politik boleh berbeda, tetapi persaudaraan kebangsaan tidak boleh putus. NU memiliki posisi penting dalam menjaga toleransi, demokrasi, dan keberagaman Indonesia*,” katanya.

Ia berharap muktamar menghasilkan kepemimpinan yang mampu menjaga warisan ulama sekaligus berani menghadirkan pembaruan.

“*Abad kedua NU tidak boleh hanya menjadi perayaan usia. Ia harus menjadi lompatan peradaban. Karena itu, Muktamar NU ke-35 harus menjadi titik tolak untuk menata masa kini dan menjemput masa depan*,” pungkasnya.

Penulis : {Pemimpin Redaksi}

Editor : {IT Redaksional}

Sumber Berita: Lay.Terkini.com

Follow WhatsApp Channel layterkini.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

PERLOKI Serukan Persatuan Pedagang Rokok Lokal Indonesia: Bung Taufik Ajak Pedagang Rokok Lokal Seluruh Indonesia Bersatu dan Memahami Hak serta Kewajiban Hukum
Kasus Dugaan Pelanggaran ITE dan Kode Etik Oknum Wartawati Gelar Perkara di Polresta Pasuruan
POLEMIK ASET: Kadis Kesehatan Pasuruan dan Kapus Pohjentrek Didesak Turun Tangan dan Ukur Ulang Jalan Kabupaten
Polres Ngawi Gelar Kegiatan Persiapan Patroli Deteksi Dini Titik Api Cegah Karhutla
Kabid Geologi ESDM Jatim Disorot Publik Terkait Kasus Pungli Miliaran Rupiah
Petugas Gabungan Beberapa Instansi Ungkap Gudang Bahan Bakar Minyak Subsidi Ilegal di Jawa Timur
Unifying the World Through Soccer: The Global Impact of the World Cup
Ramadan: A Month of Spiritual Reflection, Devotion, and Charity
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 17:37 WIB

MENUJU ABAD KEDUA, SLAMET ARIYADI DORONG NU JAGA TRADISI DAN ADAPTIF

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:08 WIB

PERLOKI Serukan Persatuan Pedagang Rokok Lokal Indonesia: Bung Taufik Ajak Pedagang Rokok Lokal Seluruh Indonesia Bersatu dan Memahami Hak serta Kewajiban Hukum

Jumat, 7 Agustus 2026 - 09:27 WIB

Kasus Dugaan Pelanggaran ITE dan Kode Etik Oknum Wartawati Gelar Perkara di Polresta Pasuruan

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:50 WIB

POLEMIK ASET: Kadis Kesehatan Pasuruan dan Kapus Pohjentrek Didesak Turun Tangan dan Ukur Ulang Jalan Kabupaten

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:20 WIB

Kabid Geologi ESDM Jatim Disorot Publik Terkait Kasus Pungli Miliaran Rupiah

News